Wisata hits lombok


   
1.Pantai Tanjung Aan Lombok

Tanjung Aan, Lombok Indonesia

   Pulau lombok memang memiliki segudang pantai yang mengagumkan, terlebih pantai di wilayah selatan Pulau lombok. Satu tempat yang harus masuk dalam daftar wisata Lombok Anda adalah Pantai Tanjung Aan, tempat asal Sang Puteri Mandalika. Pantai ini langsung berhadapan dengan Samudera Hindia, dan memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 2 Kilometer. Satu hal yang berbeda saat kaki Anda menginjak Pantai Tanjung Aan, yaitu pasirnya. Tak seperti Pantai Lombok lainnya, pasir Pantai Tanjung Aan berbentuk bulat seperti merica.

  
   Pantai Tanjung Aan sangat tepat bagi Anda yang gemar ber-snorkling dan berenang. Karena ombaknya yang cukup tenang dengan kedalaman yang relatif dangkal. Jika Anda lupa membawa peralatan Anda, tersedia persewaan alat snorkling di tepi pantai. Menjelang sore permukaan air laut akan mulai naik, menjadikan Pantai Tanjung Aan ini tempat yang tepat untuk berselancar.
    Pantai Tanjung Aan ini dikelilingi oleh beberapa bukit. Anda bisa dengan mudah mencapai bukit tersebut, bila ingin melihat penamdangan Pantai Aan yang indah dari ketinggian. Di sekitar wisata pantai Lombok ini, Anda akan menemui beberapa payung kayu dengan rajutan jerami sebagai atapnya. Salah satu cara untuk menikmati Pantai Tanjung Aan adalah dengan berbaring di bawah payung tersebut, sembari menikmati kelapa muda yang bisa Anda beli di sekitar pantai. Anda juga bisa mengunjungi deretan restoran yang menyediakan berbagai macam masakan. Anda bisa mencoba menu-menu masakan setempat, sambil menikmati keindahan Pantai Tanjung Aan yang menakjubkan.

      Pantai Tanjung Aan di Pulau Lombok terletak sekitar 75 Kilometer dari Kota Mataram, atau sekitar 3 Kilometer dari Pantai Kuta Lombok. Jika Anda menggunakan kendaraan pribadi dari Kota Mataram, perjalanan akan Anda tempuh selama kurang lebih 1,5 jam. Dengan rute Mataram – Cakranegara – Kediri – Praya – Batunyale – Sengkol – Rambitan – Sade – Kuta dan terakhir Tanjung Aan. Disarankan agar Anda menyewa sepeda motor atau mobil dari Kota Mataram. Karena sarana angkutan umum akan membuang waktu Anda dan relatif lebih repot. Setelah sampai di Pantai Tanjung Aan, pastikan Anda menyempatkan waktu untuk mengunjungi pantai-pantai di sekitarnya. Seperti Pantai Kuta Lombok, Pantai Seger, dan Pantai Selong Belanak.

sumber: http://id.lombokindonesia.org/pantai-tanjung-aan-lombok/


2.Desa Sade Lombok

Rumah di Sade
Sade adalah salah satu dusun di desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah. Dusun ini dikenal sebagai dusun yang mempertahankan adat suku Sasak. Suku Sasak Sade sudah terkenal di telinga wisatawan yang datang ke Lombok. Ya, Dinas Pariwisata setempat memang menjadikan Sade sebagai desa wisata. Ini karena keunikan Desa Sade dan suku Sasak yang jadi penghuninya.
Sebagai desa wisata, Sade punya keunikan tersendiri. Meski terletak persis di samping jalan raya aspal nan mulus, penduduk Desa Sade di Rembitan, Lombok Tengah masih berpegang teguh menjaga keaslian desa.
Bisa dibilang, Sade adalah cerminan suku asli Sasak Lombok. Yah, walaupun listrik dan program Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dari pemerintah sudah masuk ke sana, Desa Sade masih menyuguhkan suasana perkampungan asli pribumi Lombok.
Hal itu bisa dilihat dari bangunan rumah yang terkesan sangat tradisional. Atapnya dari ijuk, kuda-kuda atapnya memakai bambu tanpa paku, tembok dari anyaman bambu, dan langsung beralaskan tanah.
Orang Sasak Sade menamakan bangunan itu 'bale'. Pemandu lokal kami yang bernama Bapak Mesah berkata ada delapan bale yaitu Bale Tani, Jajar Sekenam, Bonter, Beleq, Berugag, Tajuk dan Bencingah. Bale-bale itu dibedakan berdasarkan fungsinya. Ada 150 Kepala Keluarga (KK) di Sade. Dulu, penduduknya banyak yang menganut Islam Wektu Telu (hanya tiga kali sholat dalam sehari).
“Tapi sekarang, banyak penduduk Sade sudah meninggalkan Wektu Telu dan memeluk Islam sepenuhnya,” kata Bapak Mesah.
Uniknya, warga desa punya kebiasaan khas yaitu mengepel lantai menggunakan kotoran kerbau. Jaman dahulu ketika belum ada plester semen, orang Sasak Sade mengoleskan kotoran kerbau di alas rumah. “Sekarang sebagian dari kami sudah bikin plester semen dulu, baru kemudian kami olesi kotoran kerbau,” kata ibu penjual suvenir yang saya tanyai.
Konon, dengan cara begitu lantai rumah dipercaya lebih hangat dan dijauhi nyamuk. Bayangkan saja, kotoran itu tidak dicampur apa pun kecuali sedikit air. Tapi saat saya masuk ke rumah, tak ada bekas bau yang tercium.

sumber:https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sade,_Lombok_Tengah

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gili Trawangan

Pantai kuta lombok